Ada tikus di ujung selokan Rumah Sakit yang baru saja aku foto ketika aku pulang dari sebuah Rumah Sakit.

Ramai-ramai mereka berpesta di atas sampah. Oh God! Di atas sampah dan tanah yang semi becek dengan kandungan sejuta limbah yang aromanya menyengat.

Herannya, tikus-tikus itu dengan anggun hilir mudik mondar-mandir di atas tumpukan sampah.

Tikus-tikus anggun—Ratones Garciosos

Bisa ya mereka betah di tempat kayak gitu. Itulah habitat. Itulah habit. Itulah bentuk pasrah dalam bingkai kacamata kita.

Buat kita, ampun deh bisa tinggal di tempat yang kayak gitu, tapi buat tikus-tikus anggun itu, happynya bisa hidup di atas sampah-sampah yang banyak makanan.

Mungkin kita pun bisa beradaptasi maksimal dengan kondisi yang seperti itu. Mungkin kita juga selalu merasa bahwa tempat yang paling nyaman sekalipuna dalah tempat yang penuh sampah seperti itu.
Melihatnya sebagai onggokan sampah atau sebagai surganya sebuah duni adalah bingkai kacamata yang sedang kita pakai.

Program dalam diri kita yang perlu diperbaiki. Program bingkai kacamata kita.
Tikus-tikus itu mungkin kotor di mata kita, tapi mereka tetap angguna ada di onggokan sampah karena kacamata mereka yang anggun

 

 

Advertisements